DaerahLingkungan

Warga Kecamatan Purba resah, air mati, truk sampah tak beroperasi

SIMALUNGUN, WartaMerahPutih.com- Salah seorang masyarakat yaitu Ibu Boru Purba Siboro (65) yang bertempat tinggal di Kelurahan Tigarunggu, menyatakan bahwa sudah 2 minggu sampah mereka buang secara pribadi. Begitu juga dengan air ledeng yang tidak beroperasi ke setiap rumah penduduk di Kelurahan Tigarunggu yang menambah berat situasi saat ini . Beliau berujar pada awak media, sejak awal Juli 2025 kegiatan pembuangan/ pengolahan sampah tidak beroperasi sebagai mana mestinya. “Tidak apa-apa diberitakan saja bang demi kebaikan bersama. Agar Pemerintahan di Tigarunggu ini tau baik Lurah Tigarunggu dan Camatnya dapat bekerja lebih maksimal lagi demi kebaikan dan kebersihan serta kesehatan”

Begitu juga dengan beberapa warga yang dimintai tanggapannya perihal fenomena sampah di Kelurahan Tigarunggu Kecamatan Purba sangatlah mendasar. Adapun warga yang mayoritas pengusaha/ pemilik toko, ataupun ruko yang berada di Tigarunggu mengatakan, dalam waktu dekat mereka bisa saja mengantarkan sampah ini ke kantor pemerintahan, baik kantor camat ataupun kantor lurah. Seperti yang di utarakan beberapa karyawan ataupun pengusaha warung kopi , grosir dan beberapa masyarakat pengusaha toko toko yang berada di Tigarunggu. ” Sejak awal bulan Juli. Selama ini kami membuang sampah dengan membawanya ke ladang bang” ujar masyarakat tersebut. Dan apabila ini terus berlanjut , maulah kami antar nanti sampah ini ke Kantor camat ” tegas pemilik warung kopi. (Selasa, 29 Juli 2025)

Sebagaimana diketahui, Kecamatan Purba yang terdiri dari 13 nagori dan 1 kelurahan berada di 11.000 – 12.000 dpl. 50 % wilayahnya berada di kawasan Danau Toba. Yang merupakan danau berstatus internasional . Sehingga perawatan dan perhatian baik bidang kebersihan sangatlah di butuhkan guna mencegah terjadinya pencemaran air dan lingkungan.
Adapun nagori yang berada di wilayah Kecamatan Purba yang berbatasan langsung dengan danau toba yaitu daerah atau nagori yang berada tepat di atas lereng kaldera Danau Toba yaitu, Nagori Urung Pane, Nagori Tongah, Purba Dolok, Purba Tongah, Pematang Purba, Sepinggan, Hinalang dan Tano Tinggir.

Oplus_0

MenurutĀ  Bapak J.Haloho hal ini terjadi dikarenakan oleh dua faktor yaitu sejak tertanggal 1 Juli 2025 pegawai pengumpul sampah tidak lagi bekerja dimana pegawai kebersihan adalah tenaga honorer . Hal itu dikarenakan tidak adanya lagi anggaran untuk tenaga honorer ucap beliau. Dan faktor yang kedua adalah mobil angkut sampah atau truk sampah yang di peruntukkan di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun dalam keadaan rusak. Terkait informasi dari Bapak J.Haloho tersebut awak media wartamerahputih.com akan segera melakukan klarifikasi ke Kantor Camat Purba dalam waktu dekat.
Semoga kedepannya kebersihan yang menjadi adat budaya ketimuran dapat dijaga dan dilestarikan demi menjaga kebersihan kesehatan dan kerohanian masyarakat Kabupaten Simalungun umumnya terlebih masyarakat Kecamatan Purba khususnya. Sebagaimana semboyan kebersihan adalah sebagian dari iman.
Begitu juga tanggapan salah satu Pangulu di Kecamatan Purba yang di jumpai awak media wartamerahputih. com, Jumat 18/07/2025 memberikan tanggapan , bahwa selama dua minggu ini bapak camat lah yang mengelola kebersihan sampah dengan cara mandiri. Mulai dari gaji pekerja pengumpul sampah, supir beserta sewa truk, untuk mengurangi penumpukan sampah.
(Jabat)

Related Articles

Back to top button