DaerahOpiniPolitik

Peran Penting Keterlibatan Generasi Z di Pemilu 2024

SIMALUNGUN, WartaMerahPutih.com-Tentu saja kita tidak asing lagi dengan kata pemilu. Pemilu merupakan singkatan dari pemilihan umum. Pemilu merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh negara Indonesia. Hingga saat ini pemilu masih dianggap sebagai suatu hal yang penting untuk dilaksanakan.
Dalam pemilu ini semua rakyat yang sudah memenuhi syarat akan ikut andil dalam pemilihan, para rakyat akan memilih pemimpin yang pantas menurut pandangan masing-masing. Dengan ada pemilu rakyat juga bisa menyampaikan keinginan atau pendapat dalam politik.
Pada 2024 Indonesia akan melaksankan pemilu dalam rangka memilih presiden dan wakil presiden. Generasi Z menjadi salah satu kelompok yang akan memilih di Pemilu 2024 mendatang. Generasi Z atau gen Z merupakan kelompok pemilu dengan populasi penduduk yang besar serta suara penentu kemenangan dengan komposisi suara tertinggi dalam Pemilu 2024.
Selain gen Z sendiri kelompok milenial juga termasuk penentu kemenangan dalam pemilu 2024. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan DPT Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Dari jumlah tersebut, terdapat sebanyak 66,8 juta pemilih dari generasi milenial, selain itu, pemilih dari gen Z juga mendominasi, yaitu sebanyak 46,8 juta pemilih. Gabungan Gen Z dan Milenial mempunyai peran yang penting dalam penyelenggaraan atau hasil Pemilu 2024.
Melihat jumlah pemilih tersebut peranan dari generasi Z tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini dikarenakan jumlah dari generasi Z sangat banyak, bisa sampai 40 persen dari jumlah penduduk negara Indonesia. Gen Z merupakan kelompok generasi yang masih tergolong muda dan up to date terhadap informasi yang tersebar di media massa dan internet.

Dengan perannya yang menentukan itu, gen Z diharapkan dapat berpartisipasi dengan baik dalam Pemilu 2024, yakni menggunakan hak pilihnya untuk perubahan politik di Indonesia.
Gen Z memiliki sifat yang menyukai teknologi digital, realistis, toleran, sosial dan politis. Walaupun begitu, tidak ada hal yang menjamin bahwa semua sifat generasi Z adalah sama. Tetapi pada intinya generasi Z adalah generasi yang mahir dalam teknologi.
Media digital seperti Instagram, X, Youtube, TikTok dan media sosial lainnya adalah aplikasi yang penggunanya kebanyakan dari generasi Z.. Dengan demikian informasi seperti pesan politik seperti kampanye online yang di lakukan oleh para tokoh politik sangat relevan di kelompok ini.
Hal tersebut menyebabkan nantinya generasi Z menjadi target dari setiap peserta pemilu. Akan buruk dampaknya jika gen Z hanya dimanfaatkan untuk mendapatkan suara tanpa mereka mengetahui untuk apa mereka harus berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pemilu 2024.
Untuk itu, gen Z harus lebih menambah wawasan mengenai dunia politik agar tidak hanya dimanfaatkan saja. Terlebih lagi gen Z merupakan kelompok yang mudah terpengaruh oleh suatu isu. Bahkan, belum tentu semua gen Z tahu cara memilih calon pemimpin yang layak dan pantas bagi mereka.
Dalam memilih pemimpin di pemilu 2024 nanti khususnya presiden dan wakil presiden tentu kita sebagai pemilih harus tahu terlebih dahulu latar belakang peserta pemilu. Dimulai dari visi misi, bagaimana pengalaman di jabatan sebelumnya, dan karakter juga merupakan juga hal yang penting. Jika seorang memiliki karakter yang buruk sebelum jadi pemimpin, bagaimana nantinya jika sudah menjadi pemimpin.
Tidak menutup kemungkinan nantinya di pemilu 2024 banyak generasi Z akah enggan untuk memilih (golput) dikarenakan mereka tidak tahu calon mana yang layak akan dipilih atau mereka merasa tidak memilih bukanlah hal yang terlalu berdampak pada sistem politik di Indonesia.
Hal tersebut benar adanya, terdapat pada kolom komentar di beberapa media sosial seperti Instagram, TikTok dan X banyak para generasi sekarang menyinggung soal golput untuk pemilu di 2024. Hal tersebut sungguh berpengaruh untuk pemilu nantinya dan kehidupan politik di Indonesia tentunnya.
Bukan hanya presiden dan wakil presiden yang harus diutamakan dalam pemilihan ini. Pemilihan DPR dan DPRD juga akan dilaksanakan pada 2024 mendatang. DPR dan DPRD juga merupakan badan yang akan berpengaruh terhadap kita para rakyat. Terutama DPRD karena nantinya suara kita para rakyat akan menjadi satu tanggung jawab DPRD di pemerintahan.

Satu hal yang menjadi permasalahan dalam pemilihan ini adalah kurang kenalnya para generasi muda terhadap calon yang akan maju nantinya. Untuk capres dan cawapres sendiri juga belum tentu semua generasi muda mengenal para calon tersebut, mungkin generasi sekarang hanya mengetahui para calon hanya sebatas nama saja. Bagaimana dengan DPR dan DPRD yang mungkin sama sekali belum pernah muncul di depan publik.
Ini merupakan salah satu tugas yang penting bagi generasi sekarang untuk melakukan riset terhadap calon-calon yang maju. Dengan melakukan riset terhadap calon tentu kita akan lebih tahu siapa yang lebih layak untuk Indonesia kedepannya. Karena yang seperti kita ketahui peran gen z dalam pemilu ini sangat besar, jumlah suara yang dihasilkan gen Z tentu bisa merubah politik di Indonesia nantinya dan walaupun begitu tentu setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda terhadap masing-masing calon. Partisipasi gen Z dalam pemilu ini sangat penting untuk masa depan politik.

Busyro Muqoddas yang merupakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan pendapat mengapa peran gen Z sangat penting untuk masa depan politik. “Sangat penting karena mereka yang memiliki kemampuan untuk mengelola masa depan negara ini dengan segala kekayaanya, dengan semangat mudanya, semangat intelektualismenya, semangat kepemimpinannya jika, semua generasi muda segera diberi satu iklim politik yang mendewasakan mereka. Jangan racuni gen z ini dengan budaya-budaya yang menciptakan proses-proses kenikmatan semu dan tidak pernah belajar dengan keras, cerdas, dan ikhlas. Itu semuanya kalau terus di wariskan, itu peracunan massal, peracunan struktual terhadap generasi z.” jelasnya.

Dari pendapat beliau dapat disimpulkan bahwa gen Z hanya perlu diberi arahan dalam hal politik agar kita tetap terawasi dan tahu arah. Banyak generasi diatas berpendapat bahwa gen Z merupakan generasi yang buta akan politik. Pada kenyataanya gen Z bukan generasi yang buta akan politik hanya saja kurangnya arahan mengenai politik itu sendiri bagi generasi Z. Dengan beberapa arahan, gen Z akan lebih mengenal politik./ Diva stephanie Sitepu

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button