Ketum Perhimpunan Masyarakat Pemulung turut berduka atas korban jiwa Tawuran Tol Belmera

MEDAN, WartaMerahPutih.com- Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Pemulung, Edy John M.Siahaan mengungkapkan turut berduka atas korban jiwa saat penertiban aksi tawuran di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Minggu (4/5/2025) pukul 17.00 Wib.
Edy Jhon M.Siahaan yang biasa disapa dengan panggilan Uban, menyampaikan hal itu saat diminta tanggapannya terkait peristiwa tawuran yang tewaskan seorang remaja yang bernama Muhammad Syuhada, Minggu dini hari (04/05/2025) pukul 02.00 Wib.
Uban mengatakan tanpa mengabaikan rasa duka yang dialami oleh keluarga almarhum, tindakan tegas Polisi seperti itulah yang harus dilakukan di wilayah Polres Medan Belawan yang belakangan ini sering terjadi tawuran yang meresahkan banyak pihak.
Untuk korban jiwa,kita turut berduka. Kiranya diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa. Namun, kita jangan hanya sekedar melihat dari sisi adanya korban jiwa, namun melihat sisi lain dan latarbelakang penyebab kejadian ini. Jika kita melihat, keamanan dan ketertiban saat ini sangat terganggu dengan ulah para oknum-oknum pelaku tawuran yang tidak bertanggungjawab. Warga lain juga butuh keselamatan, keamanan dan ketertiban,” ujar Uban.
Untuk itu, Uban berharap agar warga juga tetap menciptakan kondusivitas dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
“Keamanan di lingkungan kita adalah tanggungjawab kita bersama. Kejadian tawuran tidak ada yang bisa membenarkannya. Itu tindak kejahatan yang sangat mengganggu orang lain dan membahayakan diri sendiri bagi para pelaku tawuran” jelas Uban.
Uban juga berharap, agar semua unsur masyarakat mengambil sisi positif dari peristiwa ini. Bagaimana untuk saling memperhatikan lingkungan sekitar.
“Mari kita jaga lingkungan , tempat kita tinggal dan tempat melanjutkan kehidupan. Sebagai orangtua juga diharapkan untuk lebih menjaga anaknya agar tidak keluyuran yang dapat terjebak dalam aksi tawuran” ujarnya lagi.
Dari kronologis yang sudah dipaparkan ke masyarakat sudah sangat jelas, bahwa tindakan antisipasi dan pendekatan sudah dilakukan pada saat kejadian tawuran, bahkan personil Polres Pelabuhan Belawan sudah berikan tembakan peringatan ke udara. Namun, karena situasi membahayakan petugas, akhirnya kepolisian melakukan tindakan tegas, jelas Uban.

“Ada saat dimana kepolisian harus bertindak tegas namun tetap harus sesuai SOP jika situasi sudah tidak terkendali,” sebut Uban.
Sebagaimana diketahui seorang remaja, Muhammad Syuhada (15) warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungan II, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, tewas usai terkena tembakan senjata api Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan pada Minggu dini hari (04/6/2025).
Atas peristiwa itu, Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto saat melakukan peninjauan langsung ke rumah duka mengungkap kronologi kejadian.
Awalnya bermula dari personel Polres Pelabuhan Belawan menerima laporan adanya tawuran antar remaja, Minggu 4 Mei 2025 dinihari kemarin. Tawuran itu merembet ke sekitar gerbang Tol hingga mengganggu pengguna jalan.
Menerima laporan adanya tawuran di dekat Jalan Tol, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan bergerak ke lokasi tepatnya di 650 meter sebelum gerbang Tol Belawan. Sekelompok remaja melempari kendaraan yang sedang melintas.
Jadi bentrokan antar kampung, berkembang dari jam 11 malam kemudian berlanjut sampai ke daerah dengan tol Belmera.
Kapolres yang berada di jalan tol juga menerima serangan lemparan batu dari kubu yang bertikai. Pelemparan juga terhadap beberapa kendaraan yang lewat didaerah itu” jelas Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto, Senin 05/05/2025 .
(AS/TIM)



